• Selasa, 25 Januari 2022

Aksi Kamisan Bandung Peringati Hari Anti Penghilangan Paksa International

- Selasa, 31 Agustus 2021 | 19:06 WIB
Hari Anti Penghilangan Paksa Internasional (Ryan Suherlan)
Hari Anti Penghilangan Paksa Internasional (Ryan Suherlan)

KULTURNATIV.COM - Aksi Kamisan Bandung bersama Pasar Gratis Bandung menggelar aksi guna memperingati hari penghilangan paksa sedunia yang jatuh tanggal 30 Agustus di taman Telkom Bandung. Tak hanya itu, di lokasi tersebut juga terdapat lapak yang menjajakan bahan makanan berupa sayur dan kebutuhan sandang secara gratis, serta lapak menggambar untuk anak-anak.

Dalam rangka menyambut rangkaian kegiatan September Hitam yang mana untuk memperingati tragedi pembunuhan dan penghilangan paksa, Aksi Kamisan Bandung bersama Pasar Gratis Bandung menggelar aksi di Taman Monumen Perjuangan Bandung. Puluhan payung hitam dihias dengan kata yang menyebutkan kasus pembunuhan dan penghilangan paksa seperti pembunuhan Munir, Salim Kancil, penembakan Pendeta Yeremia dan lainnya.

Kain dengan panjang sekitar tujuh meter digambari dengan kata "September Hitam" lalu dibentangkan di sekitar jalanan Gedung Sate. Tak lupa bersama kain tersebut dibentangkan pula spanduk yang bertuliskan "Di mana mereka" serta gambar korban pembunuhan dan penghilangan paksa.

Baca Juga: Film Quo Vadis, Aida? Penyambung Lidah dan Bergerak Dalam Ketidakmungkinan

Di tepian lainnya, terlihat warga yang memilah pakaian untuk dibawa pulang. Keebutuhan sandang seperti pakaian anak hingga baju dijajakan secara gratis. Tak lupa, warga yang telah membawa pakaian pilihannya diberikan bahan makanan berupa sayur. Tak hanya sekali, lapakan Pasar Gratis juga kerap rutin digelar setiap malam minggu.

Lalu, terlihat pula anak-anak yang tengah sibuk menggambar. Selain lapak kebutuhan sandang dan pangan gratis, mereka juga menyediakan lapak serta alat menggambar. Anak-anak yang datang disekitaran taman tersebut diperbolehkan untuk menggambar dan menuangkan kreatifitasnya.

Salah satu penggiat aksi tersebut mengatakan bahwa kegiatan ini digelar untuk memperingati serangkaian tragedi pahit yang telah terjadi di Indonesia. Harapan terucap perihal kejadian tersebut. "Jangan sampai ada lagi tragedi pembunuhan dan penghilangan paksa, apa salahnya memegang cinta," katanya kepada kulturnativ, Senin, 30 Agustus 2021.

Baca Juga: Karya Seni Mural Sebagai Bentuk Pengingat Sebuah Perjuangan

Hari Untuk Orang Hilang Sedunia

Halaman:

Editor: Syarif Pulloh Anwari

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X