• Kamis, 19 Mei 2022

Mahasiswa Unpas Gelar Aksi Unjuk Rasa yang Dinilai Biaya Kuliah Bertambah Mahal di Masa Pandemi

- Minggu, 6 Maret 2022 | 12:03 WIB
Puluhan mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) menggelar unjuk rasa di halaman kampus yang berada di Jalan Tamansari, Kota Bandung, Jumat (4/3/2022). (Dimas Rachmatsyah/Kulturnativ.com)
Puluhan mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) menggelar unjuk rasa di halaman kampus yang berada di Jalan Tamansari, Kota Bandung, Jumat (4/3/2022). (Dimas Rachmatsyah/Kulturnativ.com)

KULTURNATIV.COM - Puluhan mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) menggelar unjuk rasa di halaman kampus yang berada di Jalan Tamansari, Kota Bandung, Jumat (4/3/2022).

Pada aksinya itu, mereka menuntut adanya pemotongan biaya kuliah atau Dana Penyelenggaraan Pendidikan (DPP) lantaran, disaat pandemi ini mahasiswa tidak merasakan keringanan biaya, namun, malah terdapat kenaikan biaya DPP.                 

Kenaikan DPP yang dirasakan mahasiswa dinilai memberatkan, pasalnya ditengah Pandemi Covid-19 hal itu sangat memberatkan kondisi perekonomian keluarga.

"Hari ini di depan gedung yang menjulang megah, uang-uang kita di sana, gedung tinggi tapi hak-hak kita tidak diperhatikan. Pandemi Covid-19 sudah berjalan dua tahun, kebiadaban seringkali terjadi di kampus kita," teriak seorang orator di depan gedung Rektorat Unpas.

Sekitar pukul 15.00 WIB, massa mahasiswa yang berunjuk rasa berkumpul di sekitar Taman Radio dan berjalan menuju tempat aksi di depan kampus mereka. Mereka mengenakan jas almamater berwarna hijau dengan membentangkan spanduk tuntutan.

Dalam demonstrasinya itu, tiga massa melakukan aksi teatrikal dengan mengenakan pakaian compang-camping yang mengartikan bahwa hal itu menunjukan representasi kaum miskin yang tertindas di dalam kampus.

Dari depan gerbang kampus, mereka berjalan secara merangkak hingga gedung rektorat. Pada saat di depan gedung rektorat, di tengah terik matahari yang menyengat, mereka berbaring di aspal dan menggelar aksi jemur diri.

Berdasarkan keterangan tertulis yang didapatkan Kulturnativ.com, sekelompok mahasiswa yang menamai Aliansi Mahasiswa Unpas Menggugat. Mempunyai tiga tuntutan utama dari mahasiswa, yakni mendesak pemotongan DPP, lalu meminta kepastian pihak kampus agar tidak menaikkan DPP selama pandemi berlangsung, dan menuntut adanya transparansi dana Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB).

*Mahasiswa Terancam Putus Kuliah

Mahasiswa mengkritisi pihak kampus yang menyewa hotel mewah dalam acara PKKMB. Namun disisi lain, ratusan mahasiswa Unpas kabarnya terancam putus kuliah akibat kesulitan biaya.

“Kurang lebih terdapat 300 mahasiswa (yang kesulitan biaya) itu juga belum data menyeluruh,” kata Gubernur Federasi Mahasiswa Fakultas Teknik, Unpas Sakti Ferdinand Akand Negara.

Pihak mahasiswa mengatakan bahwa seharusnya pihak kampus bisa meringakan beban mahasiswa yang kesulitan dalam pembiayaan kuliah.

“Apakah mau menelantarkan mahasiswa yang memang berprestasi, yang gigih kuliah dan menimba ilmu tapi akhirnya tersendat gara-gara keuangan?,” kata Sakti.

Kampus Universitas Pasundan (Unpas)


*Tanggapan Rektor Unpas

Rektor Unpas Eddy Jusuf memberikan tanggapan terkait aksi yang dilakukan oleh mahasiswa Unpas, ia mengatakan bahwa kebijakan penurunan biaya bukanlah hak dari rektor, melainkan dari pihak yayasan.

“Maksudnya diturunkan gimana, ya, saya tidak ngerti. Coba tanya kampus lain ada tidak penurunan uang kuliah. Maksudnya gimana, paling-paling relaksasi,” jelas Eddy saat dikonfirmasi oleh Kulturnativ.com.

Pada saat pandemi, tidak ada kebijakan pemotongan atau pembebasan uang kuliah. Eddy menjelaskan hanya memberikan relaksasi atau penangguhan waktu pembayaran. Sebelumnya, pada masa awal pandemi, pihak kampus Unpas sempat memberikan uang pulsa sekira Rp 300.000 kepada mahasiswa.

Ketika ditanya apakah Eddy dapat menyampaikan perihal rekomendasi pemotongan uang kuliah tersebut ke pihak yayasan, ia mengatakan akan membahasnya terlebih dahulu dengan pihak fakultas sebagai penyusun awal besaran biaya kuliah.

“Tidak betul kalau misalnya mahasiswa dipaksa untuk membayar, kalau tidak mampu, ya, silakan ajukan (penundaan),” ujarnya.

Editor: Syarif Pulloh Anwari

Tags

Terkini

FOTO-FOTO Ratusan Bobotoh Geruduk Graha Persib

Minggu, 10 Oktober 2021 | 21:07 WIB

Kronologi Teror Bom Molotov di Kantor LBH Yogyakarta

Sabtu, 18 September 2021 | 20:38 WIB

Terpopuler

X