• Kamis, 2 Desember 2021

Pegawai KPK yang Dinonaktifkan Mengaku Sengaja Disingkirkan

- Sabtu, 25 September 2021 | 05:02 WIB
Martin Sumarna (kiri) dan Benydictus Siumlala (kanan) saat memberikan refleksi di aksi kamisan Bandung, 23 September 2021. (Dimas Rachmatsyah/kulturnativ.com)
Martin Sumarna (kiri) dan Benydictus Siumlala (kanan) saat memberikan refleksi di aksi kamisan Bandung, 23 September 2021. (Dimas Rachmatsyah/kulturnativ.com)

KULTURNATIV.COM - Kemelut pada instansi Komisi Pemberantasan Korupsi soal 57 pegawai yang dinonaktifkan memang sengaja disingkir.

Beberapa perwakilan dari pegawai KPK yang dinonaktifkan seperti Benydictus Siumlala, Martin Sumarna dan Rieswin Rachwe turut hadir pada Aksi Kamisan bertempat di Gedung Sate, Kota Bandung, Jawa Barat.

Benydictus mengaku bersama temannya di KPK mendapatkan diskriminasi melalui Tes Wawasan Kebangsaan (TWK). 

Baca Juga: Perwakilan Pegawai KPK Yang Tak Lulus TWK Himpun Surat Untuk Presiden di Aksi Kamisan Bandung

"Tes ini disinyalir menjadi alat untuk menyingkirkan pegawai yang sudah ditandai," ungkapnya.

Menurutnya TWK tersebut menjadi salah satu indikator untuk menyingkirkan beberapa pegawai KPK yang sudah ditandai.

Sementara itu, menurut Martin Sumarna bahwa yang tak lolos merupakan anggota yang memiliki integritas dan kapabilitas tinggi.

"Tes sengaja dibuat untuk menyingkirkan orang orang yg dianggap mengganggu," katanya saat memberikan refleksi.

Baca Juga: Pantomim Wanggi Hoed pada Aksi Kamisan Bandung Peringatan 17 Tahun Kematian Munir di Bandung

Halaman:

Editor: Syarif Pulloh Anwari

Tags

Terkini

FOTO-FOTO Ratusan Bobotoh Geruduk Graha Persib

Minggu, 10 Oktober 2021 | 21:07 WIB

Kronologi Teror Bom Molotov di Kantor LBH Yogyakarta

Sabtu, 18 September 2021 | 20:38 WIB
X