• Kamis, 19 Mei 2022

Membingkai Karya Dalam Ruang Seni Publik Daffodil 2022

- Minggu, 10 April 2022 | 19:31 WIB
Pengunjung mengamati karya seni foto dalam rangkaian acara Fikom Fest Ruang Seni Publik (RSP) Daffodil, di The Hallway Space Kosambil, Sabtu (9/4/22). Foto: (Dimas Rachmatsyah/Kulturnativ.com)
Pengunjung mengamati karya seni foto dalam rangkaian acara Fikom Fest Ruang Seni Publik (RSP) Daffodil, di The Hallway Space Kosambil, Sabtu (9/4/22). Foto: (Dimas Rachmatsyah/Kulturnativ.com)

KULTURNATIV.COM - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Islam Bandung (Unisba) menyelenggarakan rangkaian acara tahunan Fikom Fest 2022 bertajuk Ruang Seni Publik (RSP) Daffodil.

Ruang Seni Publik tahun ini mengangkat tema utama “Art is Not Dangerous” , acara yang berlangsung selama empat hari, mulai Sabtu hingga Selasa, 9-12 April 2022 di The Hallway Space, Kosambi. Ketua pelaksana acara, Rendy Ristia Pratama menjelaskan bahwa diambilnya tema “Daffodil” sebagai judul RSP sebab BEM Fikom ingin memperlihatkan semangat baru dari karya seni mahasiswa Fikom Unisba.

“Nah ruang seni publik ini yang tahun sekarang ini namanya Daffodil itu sendiri diadaptasi dari nama bunga yang artinya menampilkan semangat baru .” ungkap Rendy kepada Kulturnativ.com, Sabtu (9/4/22).

Rangkaian acara tahunan dari BEM Fikom ini menampilkan sebanyak 44 karya mahasiswa Fikom yang terdiri dari 32 karya foto, 7 karya lukisan, dan 7 karya puisi kedalam sebuah pameran. Disamping terdapatnya pameran dalam acara RSP tahun ini, ada talkshow yang diisi oleh Seniman sekaligus Dosen di salah satu perguruan tinggi di Bandung yakni Mufti Priyanka atau sering dipanggil Amenkcoy, serta live painting dan monolog oleh mahasiswa Fikom Unisba.

“Kalau karyanya itu total ada 44 terdiri dari 32 karya foto, 7 karya puisi, dan 7 karya lukis. Selain itu juga kalau konten acaranya ada talkshow, monolog, dan live painting.” ujar Rendy.

Salah satu karya pameran dari Helmy Adam, menampilkan tentang seorang perempuan yang tengah membawa poster dalam memperjuangkan haknya sebagai perempuan dalam peringatan International Womens Day di Bandung.

Acara tahunan yang diselenggarakan oleh BEM Fikom ini bertujuan untuk mengapresiasi serta mengeksplorasikan minat dan bakat mahasiswa Fikom khususnya di bidang seni. Rendy, menambahkan bahwa seluruh karya yang ditampilkan tidak dikurasi oleh seorang kurator, karena ia ingin karya mahasiswa Fikom Unisba diapresiasi tanpa terkecuali.

Seni Sebagai Cerminan Adat

Seni adalah salah satu medium penyampaian pesan dan kebebasan berekspresi. Seringkali karya seni juga digunakan sebagai bentuk mengkritik terhadap isu sosial maupun politik dikalangan masyarakat.

“Kesenian itu kan sebetulnya cerminan adat, adat kita sebagai manusia yang hidup bersosial ya kesenian itu juga punya daya atensi yang cukup besar dan itu” ungkap Amenk.

Halaman:

Editor: Syarif Pulloh Anwari

Tags

Terkini

Terpopuler

X