• Kamis, 19 Mei 2022

Cerita Mahasiswi Asal Bandung, yang Kuliah di Moskow di Tengah Perang Rusia-Ukraina

- Selasa, 15 Maret 2022 | 13:17 WIB
Amalia Raras Putri Cahyadi, mahasiswa asal Bandung yang tengah kuliah di Moskow, Rusia. (Foto:Dokumen Pribadi
Amalia Raras Putri Cahyadi, mahasiswa asal Bandung yang tengah kuliah di Moskow, Rusia. (Foto:Dokumen Pribadi

KULTURNATIV.COM - Amalia Raras Putri Cahyadi, 22 Tahun, mahasiswi Indonesia yang tengah mengenyam pendidikan Strata 1 (S1) di Moskow, Rusia berbagi pengalamannya di tengah invansi Rusia terhadap Ukraina. Menurut Amalia, situasi serta kondisi di Rusia khususnya Kota Moskow saat ini aman. Ia masih bisa melakukan segala aktivitas seperti biasa.

“Jadi kalau  untuk kondisi keamanan sebenarnya aman-aman saja bahkan di perbatasan Ukraina pun sebenarnya aman. Tetapi yang tidak aman adalah ekonomi Rusia.” Ujar Amalia kepada Kulturnativ.com, Jum’at (11/3/22).

Mahasiswi yang berkuliah di Russian State Agrarian University named after Timiryaze, Moskow, Jurusan Biologi ini, mengatakan bahwa dampak yang dirasakan mahasiswa di Rusia adalah kenaikan harga. Beragam bank yang berada di Rusia dari tidak bisa digunakan karena adanya sanksi.

“Dampak yang saya rasakan sebagai mahasiswa tentunya adalah kenaikan harga, sebenarnya tidak terlalu signifikan ya, cuman memang terasa. Kedua, dikarenakan 10 Maret layanan Mastercard dan Visa tidak bisa digunakan di Rusia” Ungkap Amalia.

Amalia, mengungkapkan bahwa dirinya kebingungan untuk bisa mendapatkan sejumlah uang yang diperlukan guna mencukupi kebutuhan pribadi di Rusia. Bahkan, uang gaji dirinya dari perusahaan Indonesia di Rusia tidak bisa di ambil karena sistem Anjugan Tunai Mandiri (ATM) terkena sanksi.

Sejumlah Langkah yang Ditempuh Kedutaan Besar Indonesia di Rusia

Menurut Amalia, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Rusia, di Moskow, menghimbau agar seluruh warga Indonesia yang tinggal di Rusia harus berhati-hati ketika hendak bepergian. Kedua, warga negara Indonesia tidak boleh mendekati area perbatasan Rusia dan Ukraina. Ketiga, hindari memposting berita hoaks dan lebih bijak dalam pengeluaran uang.

Tak hanya itu saja, lanjut Amalia, KBRI menyediakan layanan pengaduan untuk warga Indonesia yang bertempat tinggal di perbatasan antara Rusia dan Ukraina.

“Mereka (KBRI) juga stand by via hotline terhadap warga Indonesia yang bertempat tinggal dekat dengan ukraina” kata Amalia.

Kendala Jaringan Internet

Amalia, menuturkan bahwa terjadi kendala di jaringan internet hingga aplikasi yang tidak bisa di akses oleh warga Rusia, karena sejumlah perusahaan melakukan penutupan akses layanan di negara tersebut.

"Layanan internet yang tidak bisa di buka seperti Twitter dan Facebook bahkan Wikipedia pun agak lambat di Rusia” kata Amalia. Sejumlah merek ternama seperti Spotify dan Netflix tidak bisa melakukan pembayaran dari kartu ATM Rusia.

"Sebenarnya, yang melakukan banned (sanksi) itu bukan dari pihak Rusia tetapi dari aplikasinya sendiri bahkan saya cukup kaget ya seperti kita ketahui Rusia adalah salah satu pengguna Tiktok terbesar di dunia tetapi Tiktok sekarang tidak bisa memposting video” ungkap Amalia.

Kesulitan Pangan

Akibat invansi Rusia ke Ukraina sejumlah pemasok bahan pangan yang seharusnya bisa mengimpor pangan ke Rusia, saat ini sedikit terhambat. Tepung dan gula menjadi bahan pangan yang sulit di dapatkan oleh warga Rusia. Namun, menurut Amalia stok pangan beras masih tersedia di supermarket di Rusia.

“Sebenarnya bisa dibilang beberapa bahan dari impor itu memang kesulitan terutama buah, tepung, gula. Akhirnya saya kalau engga kebagian, saya makan kentang dan makaroni, dan untungnya beras tidak langka, kalau kemarin yang kesulitan adalah tepung dan gula” pungkas Amalia.

Editor: Syarif Pulloh Anwari

Tags

Terkini

Terpopuler

X