• Minggu, 14 Agustus 2022

Kancah Musik Metal Nasional Berduka, Eben Burgerkill Meninggal Dunia

- Jumat, 3 September 2021 | 18:45 WIB
Eben Burgerkill, pada perhelatan Hellshow 2018, Sabuga, Bandung. Foto: Java Anggara
Eben Burgerkill, pada perhelatan Hellshow 2018, Sabuga, Bandung. Foto: Java Anggara

KULTURNATIV.COM – Gitaris sekaligus salah satu founder dari band Burgerkill, Aris Tanto, atau biasa akrab disapa dengan Eben, meninggal dunia di Rumah Sakit Bungsu, Bandung, pada hari Jumat (3/9/21), pukul 15.59, sore tadi. Gitaris yang menggawangi program radio Extreme Moshpit tersebut sempat mengalami collapse saat tengah menjalani aktivitasnya, sebelum kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Bungsu, Jalan Veteran, Bandung.

Soleh Solihun, seorang mantan jurnalis Rolling Stones Indonesia, mengucapkan kata-kata terakhirnya di laman twitter miliknya, sekaligus mengkonfirmasi berita yang beredar tersebut. Tak hanya Soleh, kepergian Eben, selaku salah seorang pionir skena musik bawah tanah menyita banyak perhatian dari semua pegiat industri musik.

Belasungkawa dituturkan juga oleh Adib Hidayat, seorang pengamat musik Indonesia, dan pemegang International Label Manager Warner Music Indonesia, lewat seluruh akun sosial medianya.

Selama beberapa minggu ini, Eben sendiri tengah disibukan dengan beberapa proyek dan kolaborasi terbaru, baik bersama bandnya, maupun secara personal. Seperti dikutip dari postingan terakhir Eben di akun instagramnya sendiri, bahwa beliau sangat senang bisa ditunjuk sebagai presenter bersama rekan satu bandnya, Agung, dalam helatan 48 Tahun Godbless Berkarya, di ICE BSD, Selasa (31/8/21) kemarin.

Sementara itu, band rock legendaris, Godbless, terkejut dan sedih mendengar kabar kepergian Eben. Menurut postingan instagramnya, Godbless akan melakukan tur kolaborasi dengan Almarhum, bulan November mendatang. Namun nahas, takdir berkata lain, Tuhan memanggil Eben begitu cepat.

Selama kiprahnya bersama Burgerkill, Eben telah berhasil menciptakan 5 album studio, dan 1 album orchestra. Tak hanya itu, Eben juga sukses membawa Burgerkill melakukan tur mancanegara, bersama sejumlah band tanah air lainnya.

Salah satu karya masterpiece yang digawanginya, Beyond Coma and Despair, masuk ke dalam 150 Album Indonesia Terbaik Sepanjang Masa versi Rolling Stone Indonesia. Album tersebut kemudian dianggap menjadi album metal paling gelap, berat, dan vital dalam sejarah musik metal nasional, menurut Arie Dagienkz.

Hingga berita ini dimuat, redaksi Kulturnativ belum bisa menghubungi pihak resmi dari keluarga terkait, maupun rekan satu bandnya.

 

Halaman:

Editor: Rizky Mardiyansyah

Tags

Terkini

Terpopuler

X