• Jumat, 1 Juli 2022

Tradisi Ngertakeun Bumi Lamba, Manifestasi Hubungan Pencipta-Nya, Manusia dan Alam

- Selasa, 14 September 2021 | 18:46 WIB
Ngertakeun Bumi Lamba (foto : Faris)
Ngertakeun Bumi Lamba (foto : Faris)

KULTURNATIV.COM - Tradisi ritual yang dilakukan bertepatan dengan perjalanan matahari yang baru kembali dari belahan bumi paling utara menuju selatan ini adalah bentuk rasa syukur manusia atas nikmat alam serta menjadi pengingat agar terus merawat kelestariannya.

"Ngertakeun Bumi Lamba" tradisi ini dilakukan setiap bulan Kapitu (bulan ke-7) hitungan Suryakala atau Kalender Sunda, terdapat pesan untuk selalu menjaga tiga gunung sebagai paku alam (tempat yang disucikan) yakni Gunung Tangkuban Parahu, Gunung Wayang, serta Gunung Gede.

Ngertakeun Bumi Lamba

Upacara ini menjalankan pesan kasepuhan yang menitipkan tiga gunung tersebut, hal itu amanat yang harus dijaga sebagai tempat 'kabuyutan'.

Dari filosofi masyarakat Sunda adalah memelihara alam semesta agar menjaga keseimbangan alam dari perilaku yang cenderung terlalu mengeksploitasi alam secara berlebihan.

Tradisi kali ini di gelar di Orchid Forest Lembang. Meskipun ritual tak seramai seperti tahun-tahun sebelumnya disebabkan pandemi, namun upacara adat yang berlangsung tetap berlangsung khidmat juga sakral.

Rasa ucap syukur di tradisi Ngertakeun Bumi Lamba

Editor: Syarif Pulloh Anwari

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Damar Kurung Sebagai Tradisi Sambut Ramadan

Rabu, 6 April 2022 | 13:00 WIB

Sejarah dan Asal Usul Hari Batik Nasional 2 Oktober

Minggu, 3 Oktober 2021 | 18:59 WIB

Simpang Siur Meja Putar ‘Lazy Susan’

Jumat, 24 September 2021 | 18:02 WIB

Tradisi Budaya Konsumsi Minuman Beralkohol di Nusantara

Jumat, 17 September 2021 | 17:04 WIB

Ragam Konsumsi Masyarakat Mesir Kuno

Selasa, 7 September 2021 | 16:21 WIB

Terpopuler

X